Friday, November 10, 2017

pengelasan


                                                       LAS


Image result for cara mengelas



Yang harus diperhatikan dalam mengelas :
* Kawat las harus sesuai peruntukkannya dengan logam yang akan di las. Untuk pemula sebaiknya belajar mengelas bahan dari besi biasa (misalnya besi beton, besi siku, besi plat dlsb).
* Bahan yang akan di las sebaiknya diletakkan mendatar karena akan lebih mudah dari pada tegak atau lebih2 diatas (overhead)
* Lebih mudah menggunakan mesin las berarus DC dari pada AC. Karena api yang timbul pada arus DC kecil dan tidak memercik secara berlebihan. Juga kebanyakan kawat las membutuhkan arus DC dari pada AC.
* Untuk belajar gunakan kawat yang berpenampang kecil misalnya 2,6 mm atau kalau dapat dipasaran gunakan kawat 1,5 mm (tapi biasanya mahal)
* Sebagai pemula belajarlah dengan bahan yang ketebalannya sedang saja ( 2 ~ 6 mm), mengelas bahan yang tipis (<1 mm) sangat memerlukan keahlian dan trik khusus.
* Bahan yang akan di las, harus dirapatkan kalau memungkinkan harus di pres/ ditekan, sehingga pengelasan hanya tipis saja sudah cukup dan tidak menambal. Kalau bahan cukup tebal, untuk pengelasan yang rapi perlu dibuat potongan/ cowakan sepanjang yang akan dilas dengan digerinda.
* Pengaturan besarnya arus sangat diperlukan. Arus yang kecil mengakibatkan kawat las tidak menyala, hasil las tidak matang/ kuat dan tidak rata. Arus yang kelewat besar mengakibatkan jebolnya bahan yang dilas, hasil las menjadi kasar dan bila sudah dingin mletek2 akibat suhu terlalu tinggi. Sebagai ancar2 untuk 1 mm kawat las dibutuhkan arus 30 ~ 40 Ampere.
* Arah dari pengelasan : Setelah kawat las menyala, kawat las harus ditarik menjauhi bahan sekitar 2 ~ 3 mm. Terlalu dekat akan mengakibatkan hasil las kurang matang dan kawat mudah menempel pada bahan sehingga apinya mati. Terlalu jauh mengakibatkan hasil las kasar dan tidak rata. Kawat las membentuk sudut 45 ~ 60 derajat tehadap bahan. Api las harus menyembur/ disemprotkan pada hasil las yang baru terjadi (seperti kita menulis, awalnya dari kiri lalu bergerak kekanan atau kalau anda kidal bisa arah yang sebaliknya). Kecepatan kawat, tergantung dari hasil las. Kalau bahan sudah menyatu, harus segera pindah titik pengelasannya. Terlalu cepat akan mengakibatkan pengelasan tidak rata, terlalu lambat mengakibatkan bahan jebol/ bolong.
* Kalau anda perlu berhenti saat mengelas, sebelum start lagi anda harus membersihkan kerak pada hasil las dengan mengetok2 pakai palu. Bila hal ini tidak dilakukan maka pengelasan berikutnya akan menempel pada kerak sehingga kekuatannya berkurang. 
* Sebaiknya dihindari pendinginan yang tiba2 setelah selesai pengelasan (disiram air) karena beberapa bahan akan retak.
* Bila anda mempunyai sedikit anggaran, saya sarankan untuk membeli kedok/ topeng las automatis, kedok las ini akan automatis menjadi gelap seketika saat api las mulai menyala dan menjadi terang kembali saat api las padam. Harganya sekitar 525.000 (ada di Kaskus)
* Peralatan pembantu juga diperlukan dalam pengelasan misalnya C clam, gerinda, mesin bor, tang buaya/ monyet dlsb.
Semoga membantu.

Las Listrik dan Fungsi Terbaik Terlengkap Berkualitas

By  | December 7, 2016
Las listrik dan fungsi, las listrik merupakan penyambungan logam dengan menggunankan atau memanfaat panas aliran listrik.Cara pengelasan di bagi dua las tahan listrik dan las busur nya listrik.Kami merukan jasa las listrik yang berpengalaman dan menggetahui soal las listrik dan fungsi jika Anda ingin berkerjasama dengan kami silahkan langsung hubungi kami di mobile  0812 9746 2407 untuk lebih tahu tentang komponen las listrik dan fungsi Anda bisa lihat di bawah ini sebagai berikut:

Komponen-Komponen Las Listrik dan Fungsi

Komponen dalam Argon pengelasan.Pengelasan menggunakan las listrik argon bisa dilakukan jika semua komponen terseut tersedia.
1. Mesin las AC / DC
Menghasilkan mesin las yang digunakan dalam pengelasan gas tungsten. Pemilihan AC atau DC arus biasanya tergantung pada jenis logam yang akan dilas.
2. Gas silinder dilindungi
Dilindungi penyimpanan tabung gas seperti argon dan helium yang digunakan dalam pengelasan gas tungsten.
3. Regulator dan Flowmeter
Tekanan gas regulator untuk digunakan dalam pengelasan gas tungsten. Hal ini biasanya ditunjukkan pada tekanan kerja regulator dan tekanan gas di dalam tabung.Sedangkan Flowmeter digunakan untuk menunjukkan besarnya lindung nilai arus gas yang digunakan dalam pengelasan gas tungsten.
4. Selang Gas
Berfungsi sebagai selang gas yang menghubungkan aliran gas dari tabung menuju lasan stang.
5. elektroda Kabel (pengelasan kabel)
Kabel kabel elektroda / las memberikan fungsi saat ini mesin las untuk pengelasan stang, waktu kabel berfungsi untuk objek konduktif untuk periode berjalan kabel kerja.Penempatan berada pada kutub positif (+) atau negatif (-) tergantung pada jenis bahan yang dilas.
6.Cable Adapter (menghubungkan)
Menghubungkan digunakan untuk mengikat atau menghubungkan kabel las dan selang gas untuk las stang.
7. Stang las (obor las)
Berfungsi untuk menyatukan sistem pengapian dalam bentuk busur perlindungan las dan gas dilindungi selama proses pengelasan dilakukan.
8. Tungsten Electrode
Berfungsi sebagai generator untuk las busur api. Elektroda ini berfungsi sebagai bahan tambahan.
9. Welding
Berfungsi sebagai bahan tambahan. Tambahkan kawat las jika bahan dasar dipanaskan oleh tungsten arc mendekati cair.
* Untuk jenis pekerjaan tertentu diperlukan aksesori tambahan misalnya: sistem pendingin air, kaki rheostat, dan timer busur.Untk lebih detail nya Anda bisa mengetahui nya di wikipedia indonesia

Bagian-Bagian Mesin Las Listrik dan Fungsi

1. Mesin Las Arus Bolak Balik (Mesin Las AC)
Bolak mesin las saat api busur diperoleh dari transformator, yang dalam hal ini pengelasan arus udara dari web listrik diubah menjadi arus bolak-balik oleh transformator sesuai dengan saat ini digunakan untuk mengelas, sehingga disebut juga dengan mesin las mesin las trafo. Karena penggunaan langsung dari listrik AC dari PLN yang memiliki tegangan yang cukup dibandingkan kebutuhan pengelasan yang hanya membutuhkan berbagai tegangan dari 55 volt menjadi 85 volt, mesin las menggunakan transformator (trafo) step down tinggi, transformator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan.
Transformator digunakan dalam peralatan las memiliki kekuatan yang cukup besar. Untuk mencairkan beberapa logam induk dan elektroda membutuhkan energi yang besar, karena tegangan pada kumparan terminal sekunder hanya kecil, untuk menghasilkan tenaga besar kebutuhan arus besar. Saat ini digunakan untuk peralatan las seAndar 10 ampere sampai 500 ampere. Jumlah arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan pengelasan. Untuk keperluan listrik yang besar diperlukan aliran yang lebih besar baik, dan sebaliknya. Arus pada transformator dapat diatur sesuai kebutuhan dengan memutar aliran sekrup menyesuaikan. Dalam AC trafo las, ada dua kabel yaitu kabel dan kawat periode arc, dimana jika kedua kabel dicampur, itu tidak akan mempengaruhi perubahan suhu yang timbul.
2.Mesin Las Arus Searah (Mesin Las DC)
Arus listrik digunakan untuk mendapatkan busur nyala listrik arus searah. Arus searah ini berasal dari mesin dalam bentuk motor listrik dinamo dalam arah yang sama. Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik, bensin, motor diesel, atau cara lain propulsi. mesin saat ini yang menggunakan motor listrik sebagai dari awal memerlukan peralatan yang berfungsi sebagai penyearah arus. rectifier saat ini atau fungsi penyearah untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Arus bolak-balik diubah menjadi arus searah dalam proses pengelasan memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
-Listrik busur api yang dihasilkan lebih stabil
-Setiap jenis elektroda dapat digunakan dalam mesin las DC
-Tingkat kebisingan lebih rendah
-Mesin las lebih fleksibel, karena dapat dikonversi ke arus bolak saat ini atau langsung
-Dapat digunakan untuk mengelas pelat tipis
DC mesin las ada dua macam, yaitu mesin las stasioner atau portable mesin las. mesin las stasioner biasanya digunakan di tempat atau garasi yang memiliki jaringan listrik permanen, seperti listrik. Mesin-mesin las portabel memiliki bentuk yang relatif kecil biasanya digunakan untuk pengelasan proses di tempat-tempat yang tidak jaringan listrik yang terjangkau. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian mesin las adalah penggunaan sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat mesin, perawatan seperti yang direkomendasikan. Sering Gangguan muncul di mesin las, antara mesin lain tidak memancarkan arus listrik busur listrik lemah atau api.
Hasil gambar untuk las listrik dan fungsi

Harga Peralatan Las Listrik

produksi perkiraan harga atau pengelasan pengerjaan itu sebagai berikut:
1. Harga pagar hollo besi dengan harga seAndar Rp 550.000 per m2
2. Harga besi kanopi kami bandrol harga seAndar 600.000 per m2
3. Harga aksesoris pagar besi pada titik harga seAndar Rp.1.300.000 per m2
4. Harga jendela trallis dengan harga seAndar Rp.450.000 perlubang
5. Harga pintu besi dengan harga seAndar Rp.1.300.000 perlubang
6. Harga pengelasan layanan untuk harga seAndar Rp.130.000 permeter
7. Harga tangga pagar dengan harga seAndar Rp.2.600.000 per set
Harga tersebut adalah perkiraan harga atau estimasi harga listrik las .
Harga tergantung pada kondisi, lokasi dan bahan tertulis atau bahwa Anda ingin sesuai dengan pekerjaannya.
* Harga dapat berubah tanpa pemberitahuan waktu

Las Listrik dan Fungsi Elektroda

Las listrik adalah bahan logam yang di sambungkan dengan menggukanan panas nya listrik.dan fungsi elektroda yaiyu sebagai berikut:
1. Fungsi Elektroda
Elektroda umumnya memiliki fungsi:
Inti elektroda:
– Sebagai konduktor arus listrik dari elektroda ke haluan tang terbentuk, setelah kontak dengan benda kerja
– Sebagai bahan tambahan.
Bahan elektroda inti yang terbuat dari logam besi besi dan non, misalnya:
– Baja karbon
– Paduan Baja
– Aluminium
– Kuningan, dll
Coating elektroda:
– Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi udara pada saat kontaminasi logam dalam keadaan cair.
– Membentuk lapisan slag, yang melapisi lasan dari oksidasi udara selama proses pendinginan.
– Mencegah proses pendinginan yang tidak terlalu cepat.
– Memfasilitasi pengapian.
– Mengontrol stabilitas busur.
Elektroda lapisan sensitif terhadap kelembaban, karena elektroda yang telah di buka dari pembungkus disimpan dalam lemari pemanas (oven) suhu seAndar 15 derajat lebih tinggi dari suhu udara luar. Jika demikian, maka kelembaban akan menyebabkan; sebagai berikut:
· Lempeng mudah terkelupas, sehingga sulit untuk menyalakan
· Spark berlebihan.
· Arc stabil.
· Asap berlebihan
Kami merupakan jasa las listrik yang berpengalaman dan juga profesional dan bertanggung jawab di dalam pekerjaan kami pun memberikan kualitas yang di jamin memuaskan Anda.Karena prioritas kami adalah memberikan layanan yang baik dan hasil memuaskan Anda

mesin gerinda

PENGERTIAN MESIN GERINDA
Mesin Gerinda adalah suatu alat ekonomis untuk menghasilkan bahan dasar benda kerja dengan permukaan kasar maupun permukaan yang halus untuk mendapatkan hasil dengan ketelitian yang tinggi. Mesin Gerinda dalam pengoprasionalan nya menggunakan Mata Gerinda, jadi mesin gerinda merupakan salah satu jenis mesin perkakas dengan mata potong jamak, dimana mata potongnya berjumlah sangat banyak yang mana digunakan untuk kemapuan dalam penggunaan untuk mengasah maupun sebagai alat potong benda kerja.

[​IMG] 

Pasa prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, pemolesan, maupun pemotongan. Untuk sejarah penggunaan batu gerinda Sebagai alat pengikis mulai dipergunakan di dalam pembuat batu gerinda yang mana ini pertama kali digunakan pada zaman besi dan perunggu. Pada zaman ini sudah dikembangannya Mata Batu Gerinda. Pada zaman ini mata gerinda sudah dibuat lebih bagus dan lebih baik dalam proses penajaman alat buru maupun alat perkakas. Dan di awal tahun 1900-an, mengalami perkembangan yang amat pesat seiring dengan kemampuan manusia membuat butiran abrasive seperti pasir silikon karbida serta aluminium karbida.

Fungsi Utama Mesin Gerinda
1. Memotong benda kerja yang ketebalanya yang tidak relatif tebal.
2. Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.
3. Sebagai proses jadi akhir ( finishing ) pada benda kerja.
4. Mengasah alat potong agar tajam.
5. Menghilangkan sisi tajam pada benda kerja.
6. Membentuk suatu profil pada benda kerja ( baik itu elips, siku, dan lain-lain )

Kelebihan Serta Kekurangan Mesin Gerinda
1. Kelebihan Mesin Gerinda
· Dapat mengerjakan benda kerja yang telah dikeraskan.
· Dapat menghasilkan permukaan yang sangat halus hingga N6.
· Dapat mengerjakan benda kerja dengan tuntutan ukuran yang sangat presisi.
2. Kekurangan
· Skala pemakanan( depth of cut ) harus kecil.
· Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan cukup lama.
· Biaya yang diperlukan untuk pengerjaan cukup mahal.

Macam-Macam Jenis Mesin Gerinda

Mesin Gerinda Permukaan ( Surface Grinding )
Merupakan jenis mesin gerinda yang digunakan untuk menggerinda permukaan rata atau untuk memperoleh hasil permukaan yang datar dan rata. Pada umumnya mesin ini di gunakan untuk menggerinda permukaan yang meja mesinnya bergerak horizontal bolak-balik. Meja ini dapat diopersikan manual maupun otomatis. Pencekaman benda kerja dengan cara diikat pada kotak meja magnetik. Hasil pengerjaan mesin gerinda permukaan antara lain : Parallel block, Jangka Sorong, Bed Mesin, dan lain-lain. Menurut sumbunya, mesin ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

· Mesin gerinda permukaan horizontal dengan gerakan meja bolak-balik.
Mesin ini digunakan untuk menggerinda benda-benda dengan permukaan rata dan menyudut.
· Mesin gerinda permukaan horizontal dengan gerakan meja berputar.
Mesin jenis ini digunakan untuk menggerinda permukaan rata poros.
· Mesin gerinda permukaan vertikal dengan gerakan meja bolak-balik.
Mesin ini digunakan untuk menggerinda benda kerja dengan permukaan rata dan lebar serta menyudut.

Bagian-bagian utama mesin gerinda permukaan :
1. Spindel pemakanan batu gerinda Penggerak pemakanan batu gerinda.
2. Pembatas langkah meja mesin
3. Sistem hidrolik Penggerak langkah meja mesin.
4. Spindel penggerak meja mesin naik turun
5. Spindel penggerak meja mesin kanan-kiri
6. Tuas pengontrol meja mesin
7. Panel kontrol Bagian pengatur prises kerja mesin.
8. Meja mesin Tempat dudukan benda kerja yang akan digerinda.
9. Kepala utama Bagian yang menghasilkan gerak putar batu gerinda dan gerakan pemakanan.

Berdasarkan prinsip kerjanya mesin gerinda datar dibagi menjadi dua macam yaitu :
1) Mesin gerinda datar semi otomatis, proses pemotongan dapat dilakukan
secara manual (tangan) dan otomatis mesin.
2) Mesin gerinda datar otomatis, proses pemotongan diatur melalui program
(NC/Numerical Control dan CNC/Computer Numerically Control).
Untuk merk dan type terkadang letak posisi spindel, tuas dan panel kontrol mesin berbeda. Perlengkapan yang digunakan pada mesin gerinda permukaan :

a. Meja magnet listrik
Pencekaman terjadi akibat adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh
aliran listrik. Pada mesin gerinda datar yang berfungsisebagai pencekam benda kerja adalah meja mesin gerinda itu sendiri.Proses pencekaman benda kerja menggunakan meja magnet listrik, sebagai berikut :
· Permukaan meja magnet dibersihkan dan magnet dalam posisi OFF. Benda kerja diletakkan pada permukaan meja magnet dan diatur pada
posisi garis kerja medan magnet.
· Pencekaman menggunakan prinsip elektromagnetik. Batangan-batangan
yang di ujungnya diatur sehingga menghasilkan kutub magnet utara
dan selatan secara bergantian bila dialiri arus listrik.
· Supaya aliran medan magnet melewati benda kerja digunakan logam
nonferro yang disisipkan pada plat atas pencekam magnet.
· Melepas benda kerja dilakukan dengan memutuskan aliran listrik yang
menuju pencekam magnet dengan menggunakan tombol on/off.

b. Meja magnet permanen
Pencekaman terjadi akibat adanya magnet permanen yang terdapatpada pencekam.Pada mesin gerinda jenis ini, magnetyang mengaliri meja bersifat permanen, proses pencekaman benda kerjamenggunakan mesin yang dilengkapi dengan meja jenis ini hampir samadengan proses pencekaman benda kerja pada mesin gerinda datar padaumumnya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membedakan mesin jenis inidengan mesin gerinda pada umumnya. Perbedaan tersebut sebagai berikut :
· Perbedaannya terletak pada sumber magnet yang telah dimiliki, tanpa
menggunakan aliran arus listrik (lempengan magnet permanen).
· Lempengan-lempengan magnet permanen terletak di antara logam anti
magnet yang dipasang di antara plat atas dan bawah.
· Plat atas mempunyai plat sisipan anti magnet yang berfungsi mengarahkan
aliran medan magnet.

· Posisi tuas ”ON”, posisi lempengan magnet sebidang dengan kutub
sisipan di plat atas. Medan magnet mengalir dari kutub selatan ke kutub
luar (plat atas) dan melewati benda kerja diteruskan ke kutub utara dan
plat bawah sehingga benda kerja akan tercekam.
· Benda kerja diatur pada posisi garis kerja aliran medan magnet yang
terdapat pada pencekam magnet.
· Posisi tuas ”OFF”, aliran magnet dipindahkan karena lempengan mag-
net dan sisipan tidak segaris kerja aliran medan magnet. Plat atas dan
sisipan akan menutupi aliran yang menuju ke benda kerja sehingga
benda kerja tidak tercekam.

c. Ragum mesin presisi
Pencekaman menggunakan ragum mesin presisi adalah benda kerja yang
semua bidang digerinda, di mana antara satu dengan yang lainnya saling
tegak lurus dan sejajar.Adapun proses pengikatan/pencekaman benda kerja menggunakan ragum presisi sebagai berikut :
· Permukaan benda kerja yang dijepit oleh ragum ini menghasilkan bidang yang akan tergerinda dengan kesikuan dan kesejajaran yang baik.
· Ragum dicekam dengan menggunakan pencekam magnet dalam posisi
yang bisa dirubah-rubah sesuai dengan penggerindaan yang diinginkan.
Bidang-bidang dari ragum digunakan sebagai bidang dasar dan penahan.
· Permukaan bidang pencekam dan yang tercekam harus bersih dari kotoran-kotoran yang mengganggu pencekaman dan ketelitian penggerindaan.
· Untuk menggerinda benda kerja tegak lurus, ragum diputar 90° tanpa
harus membuka penjepitan benda kerja, dengan syarat permukaan
benda kerja lebih tinggi dari permukaan rahang ragum.

d. Meja sinus
Meja sinus dapat digunakan untuk mencekam benda kerja dalampenggerindaan yang membentuk sudut dengan ketelitian mencapai detikAdapun proses pencekaman benda kerja dengan ragum sinus sebagai berikut :
· Meja ini dicekam pada meja magnet.
· Kemiringan sudut yang dikehendaki diatur dengan cara mengganjal pada
bagian bawah memakai slip-gauges.
· Benda kerja dipasang pada bidang atas meja sinus dengan sistem
pencekaman meja magnet.

e. Meja sinus universal
Meja sinus universal digunakan untuk membentuk sudut ke arah vertikal
dan ke arah horizontal.

f. Blok pencekam khusus
Berfungsi untuk meneruskan aliran medan magnet dari sumber magnet ke
benda kerja. Ada tiga bentuk standar blok penghantar, yaitu persegi, segitiga
dan alur V, atau Blok V.

g. Pengasah batu gerinda/ dresser
Dresser digunakan untuk mengasah batu gerinda.Adapun
cara penggunaan dresser untuk mengasah batu gerinda sebagai berikut :
· Dresser diletakkan di atas meja magnet tepat di bawah batu gerinda,
sesuai tempat batu gerinda yang akan diasah.
· Sentuhkan batu gerinda pada dresser dengan menaikkan meja mesin
sedikit saja.
· Saat menggerinda jangan lupa hidupkan pendingin agar batu gerinda
tidak terjadi panas berlebih.
· Dressing dilakukan satu kali langkah sudah cukup untuk membersihkan
batu gerinda dan menajamkanya.

[​IMG] 

Macam-Macam Jenis Mesin Gerinda Silinder ( Cylindrical Grinding )

Adalah jenis mesin gerinda dengan benda kerja yang mampu di kerjakan adalah benda dengan bentuk silinder. Hasil benda yang dapat dikerjakan dari mesin ini antara lain : Shaft, Poros / As, Spindle Mesin, Test Bar, Bearing, Collet, Sleeve, dan lain-lain. Jenis mesin ini dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
· Mesin gerinda silindris luar
Mesin Gerinda silindris luar berfungsi untuk menggerinda diameter luar benda kerja yang berbentuk silindris dan tirus.
· Mesin gerinda silindris dalam.
Mesin Gerinda silindris jenis ini berfungsi untuk menggerinda benda-benda dengan diameter dalam yang berbentuk silindris dan tirus.
· Mesin gerinda silindris universal
Sesuai namanya, Mesin Gerinda jenis ini mampu untuk menggerinda benda
kerja dengan diameter luar dan dalam baik bentuk silindris.
· Mesin gerinda silindris luar tanpa senter
Mesin Gerinda silindris jenis ini digunakan untuk menggerinda diameter luar dalam jumlah yang banyak/massal baik panjang maupun pendek.

Bagian –bagian dari mesin gerinda silinder
Perlengkapan mesin gerinda silinder :
1) Cekam rahang 3 :Berfungsi untuk mencekam benda yang akan di gerinda
2) Collet :Berfungsi untuk mencekam benda yang akan di gerinda tetapi memiliki permukaan yang halus
3) Face plat :Berfungsi mencekam benda dengan permukaan dalam yang akan digerinda
4) Pembawa / lathe dog :Untuk mencekam benda kerja dengan pencekaman beetwen senter
5) Senter ulir :Sebagai penyangga ujung benda kerja pada pencekaman beetwen senter dan dipasang di spindel utama
6) Senter konus :Sebagai penyangga pada tail stok.
7) Cekam magnet :Untuk mencekam dengan diameter lebar dan pendek. Prinsip kerjanya sama dengan meja magnet pada mesin gerinda ratal
8) Dial indikator :Untuk mengecek kesenteran/ kelurusan meja mesin terhadap sumbu gerinda
9) Penyangga tetap :Untuk menyangga benda kerja yang panjang agar tidak terjadi defleksi pada saat proses penggerindaan
10) Pengasah batu gerinda/ dresser :Untuk mengasah batu gerinda jika sudah tidak rata.

Mesin Gerinda Sebagai Alat Potong (tool grinding machine)
Mesin ini hanya digunakan untuk pekerjaan presisi, yaitu menajamkan (mengasah) berbagai jenis bahan dengan mata gerinda cutting tool seperti mata pahat bubut, mata bor, dan lain-lain. Juga digunakan memperhalus (finishing) bentuk silinder, taper, internal, dan surface dari benda kerja yang mengharuskan ketelitian.

 
Keterangan gambar:
  1. Kepala utama. Bagian yang menghasilkan gerak putar batu gerinda.
  2. Spindel utama benda kerja (workhead). Bagian yang mengatur kecepatan putar dan pencekaman benda kerja.
  3. Kaki mesin. Sebagai pendukung mesin.
  4. Panel kontrol. Bagian pengatur proses kerja mesin.
  5. Meja bawah. Dudukan meja atas.
  6. Meja atas. Tempat dudukan kepala lepas di spindel utama benda kerja dan dapat diatur sudutnya.
  7. Kepala lepas (tailstock). Menyangga benda kerja pada pencekaman di antara dua senter.
  8. Perlengkapan pendingin. Tempat pengatur aliran cairan pendingin.